Friday , 19 July 2019
Home / News / Lewat Prangko, Perkuat Promosi Wisata Daerah

Lewat Prangko, Perkuat Promosi Wisata Daerah

Banyuwangi, Kominfo – Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyampaikan rasa bangganya atas dipilihnya dua ikon Banyuwangi dalam prangko terbitan Pemerintah Republik Indonesia. Bagi Bupati Anas, hal itu menjadi sarana promosi bagi Kabupaten Banyuwangi yang dipimpinnya. 

“Kami sangat senang dicetaknya prangko bergambar durian merah dan BEC. Ini salah satu bentuk kolaborasi berbagai pihak untuk memajukan pariwisata di daerah,” katanya saat pembukaan Lokakarya Filateli Nasional 2018 di El Royal Hotel & Resort Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (26/04/18).

Dua ikon Banyuwangi, durian merah dan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), dijadikan seri prangko oleh Pemerintah Indonesia. Durian merah menjadi Prangko Seri Buah Nusantara, sedangkan BEC menjadi seri karnaval. Event kebanggaan warga Banyuwangi tersebut, menurut Direktur Pos DItjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo, Ikhsan Baidirus, sengaja dipilih karena Banyuwangi kini menjadi daerah tujuan pariwisata yang menonjol. Dengan dijadikannya sebagai gambar prangko, Ikhsan berharap pariwisata Banyuwangi semakin dikenal dunia. 

“BEC menjadi salah satu gambar prangko dalam serial karnaval Indonesia yang akan kami launching Mei mendatang. Durian merah sudah kami cetak tahun lalu. Setiap rilis, kita cetak 300 ribu prangko, dan ini telah habis dibeli oleh para filatelis,” terangnya. 

Menurut Ikhsan Baidirus, prangko tak ubahnya duta negara yang bisa menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki Indonesia melalui sebuah gambar. Baik keindahan alam, kekayaan flora dan fauna, teknologi hingga berbagai atraksi kebudayaannya.

“Sekarang Banyuwangi ini tidak hanya dimiliki oleh Banyuwangi sendiri, tapi sudah menjadi milik Indonesia. Untuk itu, kami ingin mengabadikannya lewat prangko ini dan mengenalkannya ke dunia,” ungkap Ikhsan. 

Mengenai desain, Direktur Pos  masih merahasiakannya. “Bisa jadi gambar suasana karnaval, gambar close up peserta karnaval atau bahkan lukisan karnaval itu sendiri. Membuat desain prangko ini tidak sembarangan. Ada Pokjanas (Kelompok Kerja Nasional) yang khusus untuk membahas desain prangko. Tunggu saja,” katanya.

Lokakarya Filateli

Mengenai Lokakarya Filateli, Direktur Ikhsan menyebut sebagai bagian dari rangkaian pelaksanaan program pengembangan filateli secara nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo. “Prangko yang dikenal saat ini telah berubah fungsi bukan hanya sebagai bukti pelunasan biaya pengiriman poa tetapi juga berfungsi srbagai sarana edukasi dan alat penyebarluasan informasi publik,” katanya.

Kasubdit Prangko dan Filateli, Eko Wahyuwanto menjelaskan penyelenggaraan lokakarya bertema “Cara Pintar Mengenal Dunia” ditujukan untuk mengenalkan kegunaan prangko kepada para pelajar di Kab. Banyuwangi. “Selain lokakarya juga digelar Pameran Filatel Kreatif, Lomba Desain Prangko Nasional serta berbagai kegiatan pemanfaatan prangko dan benda filateli,” jelasnya.

Acara itu diiikuti oleh 120 pelajar tingkat SMP, SMA dan sederajat serta guru pendamping. Lokakarya juga dihadiri pejabat kepala kepala dinas kabupaten Banyuwangi, Kepala Regional VII Jatim PT Pos Indonesia, Sekjen perkumpulan Filateli Indonesia dan masyarakat sekitar. (APW/STN)

About Kominfo Batubara

Leave a Reply