Monday , 16 September 2019
Home / News / Kementerian / Menpar Ungkap Strategi Komunikasi Pariwisata Indonesia

Menpar Ungkap Strategi Komunikasi Pariwisata Indonesia

Mataram, Kominfo – Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut saat ini Pemerintah Indonesia harus menggunakan strategi untuk mengomunikasikan pariwisata agar mampu berkompetisi dengan negara lain. “Strategi komunikasi yang kita pilih low profile high performance. Artinya kita itu baik karena dunia yang katakan dunia baik, bukan dari kita sendiri. Sederhananya, pencitraan terbaik adalah dengan menunjukkan kinerja yang terbaik,” katanya dalam Diskusi bertema Manajemen Komunikasi Pemerintah di Era Digital di Mataram, NTB, Jumat (17/11/2017).
Menteri Arief Yahya berbagi taktik mengomunikasikan produk pariwisata yang dapat diadopsi untuk daerah. Sesuai dengan strategi Wonderful Indonesia Go Digital, Menteri Pariwisata memaparkan kunci komunikasi meningkatkan kontribusi sektor pariwisata Indonesia.
Pertama, menurut Menteri Pariwisata, aktivitas komunikasi akan lebih baik jika kita punya target yang jelas dan didukung dengan kecepatan mengambil tindakan. “Kalau kita punya musuh bersama kita akan solid. Kelemahan kita adalah kita kurang cepat, enviroment bisnis kita yang paling bermasalah adalah birokrasi, itu paling menghambat,” katanya seraya menekankan harus ada perubahan lebih cepat tertama dalam perbaikan dalam organisasi dan peraturan.
Kedua, menurut Menteri Arief Yahya, dengan mendapatkan penghargaan atau award menjadi faktor penting untuk memperkuat produk wisata.
“Ada tiga manfaat Award, saya menyebutnya 3 C, yaitu calibration agar apa yang kita lakukan sesuai dengan standar global, confidence akan meningkatkan kepercayaan ke dalam organisasi dan credibility yang akan naik sehingga mendorong kepercayaan konsumen,” jelasnya.
Ketiga perangkat yang bisa dioptimalkan untuk berkomunikasi adalah konvergensi media. “Ada paid media, owned media, dan earned media atau di Indonesia karena orang susah omong jadi diganti dengan social media. Ini kenapa di pariwisata ada namanya Gen-P dan endorser,” rincinya.
Beragam media yang ada, dalam pandangan Menteri Arief harus digunakan dengan cerdik. Apalagi saat ini aktivitas kehidupan di dunia nyata tak lebih dari 5% dari dunia maya.
“Harus gunakan cara yang cerdik. The more digital, the more personal, the more digital the more global.  Karena transparansi karena digital itu borderless apalagi customer kita sudah berubah,” tuturnya.
kehidupan
Menteri Pariwisata lebih mendorong penggunaan common platform yang ada di dunia internet. “Bahasa ekonominya ada sharing economy, dan di pariwisata juga ada digital tourism. Kami juga mengembangkan marketplace platform ITX, Indonesia Tourism Exchange. Negara harus hadir, kalau tidak kita pasti akan kalah berkompetisi,” jelasnya.
Hal terakhir yang disampaikan oleh Menteri Arief Yahya adalah mengetahui respons konsumen secara realtime. “Kita tak mungkin tumbuh 25% pariwisata, kalau saya tidak tahu sekarang juga. Apa kata turis Cina tentang Indonesia, saya tahu pada hari yang sama. Saya juga bisa tahu apa kata orang cina tentang Thailand,” katanya. *

About Kominfo Batubara

Leave a Reply