Tuesday , 19 March 2019
Home / News / Rudiantara: AJI sebagai Garda Independensi dan Memerangi Konten Negatif

Rudiantara: AJI sebagai Garda Independensi dan Memerangi Konten Negatif

Siaran Pers No. 236/HM/KOMINFO/11/2017
Tanggal 23 November 2017
Tentang
Rudiantara : AJI Sebagai Garda Independensi dan Memerangi Konten Negatif

Surakarta, Kominfo – Menteri Kominfo Rudiantara menyampaikan Pidato Kuncinya pada Acara pembukaan Festifal Media yang diselenggarakan oleh Aliansi Jurnalis Independen (AJI) di Surakarta, Kamis, 23 Nopember 2017. Festival Media 2017 merupakan kegiatan yang mempertemukan kalangan media dan jurnalis dengan publik yang bertujuan memantau perkembangan media, kebebasan berekspresi, dan demokrasi di Indonesia. Festival Media 2017 oleh AJI kali ini mengangkat tema “Jurnalisme Damai, Jurnalisme Keberagaman”. Rangkaian seminar, workshop, lomba, dan pemutaran film akan digelar selama pelaksanaan festival. Berbagai stand pameran dan foto juga akan menyajikan informasi yang menarik untuk diikuti.

Rudiantara sangat mengapresiasi adanya kegiatan Festival Media yang tentu menjadi ajang yang menarik dengan perkembangan teknologi Internet dan social media yang begitu cepat. “Selamat kepada AJI yang menyelenggarakan acara dengan baik, terutama dengan semangatnya yang egaliter,” kata Rudiantara mengawali pidatonya.

AJI yang merupakan perkumpulan dari pegiat, pelaku dan berbagai pemangku kepentingan media dan jurnalis sebagai garda depan menjaga indepensi dari kalangan jurnalis. “Saya sangat menghormati independensi jurnalis. AJI sebagai lembaga bersama yang menjaga indepensi secara bersama-sama,” tegas Rudiantara.

Saat ini kemajuan teknologi internet, social media, dinamika masyarakat serta kemajuan demokrasi sangat menuntut baik kesadaran maupun kewaspadaan. Media semakin ke sini semakin berubah platformnya, demikian juga audiencenya ikut berubah dan mengalami pergeseran. Kemajuan teknologi yang masif tentu menjadi hal positif dan pendorong kemajuan masyarakat dan juga dapat diseminasi informasi dan berita. Namun tidak dapat dipungkiri memiliki potensi dampak negatif utamanya penyebaran konten-konten negatif yang sangat memerlukan kewaspadaan dari kita semua. “Kita punya kepentingan yang sama yaitu untu memerangi penyebaran konten negatif seperti hoax dan lain-lain,” tandas Rudiantara.

Di sinilah letaknya peran bersama untuk sama-sama memberikan kesadaran masyarakat dari konten negatif dan juga menjaga tidak tumbuhnya konten negatif dengan mendorong konten-konten yang positif, yang sangat dibutuhkan upaya dan energi yang tidak sedikit. Indonesia sangat membutuhkan kekuatan nasional dengan menumbuhkan kemampuan dan daya saing nasional untuk memajukan Indonesia ke depan. Indonesia juga bersaing dengan negara lain kalau tidak maka sebagai Negara kita akan stagnan, tidak mengalami kemajuan. Konten negatif apabila tidak berhasil dihalau dan konten positif kurang terproduksi dan diserap oleh masyarakat kita, maka dipastikan itu akan sangat mempengaruhi kemampuan dan daya saing nasional. “Saya berharap Jurnalis Indonesia turut mendukung penyebaran konten positif untuk merespon tantangan tersebut. Kita harus bergerak cepat dan masif bersama lebih dari 50 lembaga dan komunitas, bekerja bersama dalam Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi. Mari kita dukung upaya bersama ini, dan selamat kepada AJI,” pungkas Rudiantara.

BIRO HUMAS
KEMENTERIAN KOMINFO

About Kominfo Batubara