Wednesday , 20 March 2019
Home / News / Pemerintahan / Gak Nyangka Jokowi Alami Hal tak Menyenangkan Ini saat Susuri Danau Toba.

Gak Nyangka Jokowi Alami Hal tak Menyenangkan Ini saat Susuri Danau Toba.

Gak Nyangka Jokowi Alami Hal tak Menyenangkan Ini saat Susuri Danau Toba

TRIBUN-MEDAN.COM – Perhatian Presiden Jokowi pada pembangunan kawasan strategis Danau Toba sangat bukan hanya infrastruktur jalan dan bandara saja, termasuk masalah sepele.

Yakni soal keberadaan rest area atau tempat istirahat, tempat orang melepas lelah dan bahkan buang hajat!

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membangun  rest area  di jalur Lingkar Luar Danau Toba dan jalur Lingkar Samosir.

Kedua jalur yang kini tengah diperbaiki itu akan menunjang akses transportasi turis ke Danau Toba.

Kepala Pusat Pengembangan Kawasan Strategis Hadi Sucahyono mengungkapkan, ide pembangunan tempat istirahat ini tercetus dari pengalaman Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ketika menyambangi Danau Toba setelah turun di Bandara Internasional Silangit di Siborong-borong, Tapanuli Utara, beberapa waktu lalu, Jokowi membutuhkan tempat istirahat.

“Waktu itu Presiden ingin istirahat, sepertinya ingin makan. Tapi ternyata susah cari tempat istirahat di sepanjang perjalanan,” tutur Hadi kepada sejumlah awak media di Parapat, Sumatera Utara, Jumat (23/3/2018) malam.

Ada tiga opsi yang menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi tempat istirahat, yaitu tidak jauh dari bandara, luas lahan memadai, serta volume lalu lintas harian yang tinggi.

Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Bupati Tapanuli Utara Nixon Nababan (kiri), Menteri BUMN Rini Sumarno (ketiga kiri), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah), Menko bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan (kelima kanan), Menteri Pariwisata Arief Yahya (keempat kanan), Dirut Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin (kedua kanan), dan Gubernur Sumatera Utara Tengku Erry Nuradi (keenam kanan) meninjau fasilitas Terminal Bandara Internasional Silangit di Siborong-Borong, Tapanuli Utara, Sumatera Utara, Jumat (24/11). Presiden berharap dibukanya Terminal Bandara Internasional Silangit menjadi pintu masuk bagi wisatawan mancanegara untuk menikmati keindahan Danau Toba.

Dalam pengembangannya, Hadi menambahkan, Kementerian PUPR tak ingin hanya menjadikan lokasi ini sebagai tempat buang air kecil dan makan.

Melainkan juga bisa menjadi salah satu lokasi bagi turis dalam mencari informasi sekaligus menampilkan aspek kebudayaan lokal.

“Seperti Michi no Eki di Jepang, tempat istirahat itu sekaligus menjadi anjungan cerdas,” sebut Hadi.

Dia menuturkan, saat ini Kementerian PUPR juga tengah mengembangkan konsep tempat istirahat serupa di Jembrana, Bali.

Menempati area seluas 5 hektar, setidaknya ada tujuh bangunan yang terdapat di sana. Mulai dari restoran, toilet, hingga tempat untuk menampilkan atraksi lokal layaknya sebuah amphi theater terbuka.

Soal jarak, idealnya antara lokasi istirahat satu dengan yang lain sekitar 2 hingga 3 jam perjalanan. Hal ini sesuai standar batas kemampuan seseorang dalam mengendarai kendaraan secara optimal.

“Kami berharap bila ini bisa bekerja sama dengan pemerintah daerah. Tapi kalau tidak bisa, kami akan beli lahannya,” tutup Hadi.

Hadi mengatakan guna mendukung kelancaran akses turis ke jalur pariwisata Danau Toba, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah melakukan kegiatan perbaikan Jalur Lingkar Luar Danau Toba dan Jalur Lingkar Samosir.

Perbaikan ini meliputi kegiatan preservasi dan pelebaran jalan guna memenuhi standar jalan nasional. Hal ini melihat beberapa kondisi ruas kedua jalan itu saat ini mengalami beberapa kerusakan.

Dari pantauan Kompas.com, di beberapa titik ditemui jalan berlubang, besar dan kecil. Selain itu, saat berada di jalur Lingkar Samosir kontur jalan sedikit bergelombang. Bahkan di beberapa titik jalan cenderung sempit.

“Untuk jaringan jalan lingkar luar ini panjangnya sekitar 360 kilometer. Sementara, jalan lingkar dalam Samosir panjangnya 125 kilometer,” kata Hadi saat berbincang dengan sejumlah awak media, Jumat (23/3/2018) malam.

Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017).
Wisatawan menikmati Danau Toba di Pantai Pasir Putih Lumban Bulbul, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, Jumat (9/6/2017).(KOMPAS/NIKSON SINAGA)

Untuk tempat istirahat, saat ini pihaknya masih mencari lokasi yang tepat untuk dibangun. Ia pun berharap agar pemerintah daerah setempat ikut andil dalam pembangunan tempat istirahat ini. Paling tidak, dalam hal penyediaan lahan.

Tol Dipercepat

Di samping perbaikan jalan, Kementerian PUPR juga berencana membangun jalan Tol Medan-Parapat.

Untuk tahap pertama, dibangun Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi sepanjang 61,7 kilometer dengan melibatkan investasi swasta. Ditargetkan pada 2018 ruas pertama tol ini akan rampung.

Selanjutnya, akan dibangun ruas Tebing Tinggi-Pematang Siantar sepanjang 35 kilometer dan Pematang Siantar-Parapat sepanjang 27 kilometer.

Jalan tol ini nantinya akan terkoneksi dengan Jalur Lingkar Luar Danau Toba yang kini tengah diperbaiki.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Pemerintah akan Bangun “Rest Area” di Jalan Nasional Silangit-Toba

 

sumber : medan.tribunnews.com

About Kominfo Batubara

Leave a Reply